Miris.........liat twitter dari pak menkominfo :"sekarang pornografi sudah dinikmati anak usia dibawah umur,inilah yang saya khawatirkan"katanya.Aduhhhhhh apa gerangan ini?????kemana orangtua anak itu???kemana orang2 dewasa disekitarnya yang seharusnya melindungi dan membeimbing mereka????
Ahhhh.......aku juga khawatir dan takut bagaimana kalo itu anakku????Allah ampuni kami ya Allah,melalaikan amanah-Mu ini. Ketakutam ini bukan tidak berasalan,betapa segala bentuk pornografi dan pornoaksi berterbangan disekitar kita dengan bebasnya, masuk kedalam ruang keluarga kita bahkan kamar tidur kita, masuk lewat dapur kita, kamar mandi kita, ditemui ditoko2,dimall2 bahkan hampir semua kemasan produk yang kita konsumsi ada unsur PG dan PA nya (*sory disingkat abis nulisnya panjang banget).Belum lagi di semua gadget yang kita miliki boleh dibilang inilah surganya PG dan PA beraksi,menari2 di layar komputer dan laptop qta, loncat-loncat dilayar game station anak2 qta,menyelusup dihandphone dan smartphone qta.Sungguh ladang subur untu tumbuh kembangnya.
Mencoba berkaca dan mencari alasannya.siapa yang harus disalahkan???kecanggihan teknologi yang terlalu cepat,iman manusia yang gak kuat2 amat, ato syetan jahannam yang melonjak kegirangan karena berhasil memperdaya manusia disemua lapisan.
Sebagai orangtua mari kita menengok kebelakang.Bukankah perilaku anak2 itu adalah copy paste dari perilaku orangtuanya? Bukankah karena ketidakmampuan dan kebodohan orangtuanyalah yang membuat anaknya tergelincir kelembah kemaksiatan tsb.Naudzubillah..............
Aku teringat cerita seorang kawan,betapa galaunya dia mengetahui bahwa laki2 soleh yang dinikahinya ternyata punya kebiasaan melihat gambar2 dan film porno. Laki2 yang telah memberinya 2 orang anak yg lucu ternyata menyimpan gambar dan film porno dilaptop dan smartphonenya.Belum lagi tayangan TV yang menampilkan wanita2 model cantik dan seksi adalah tayangan yg sering dilihat suaminya dgn diam2 (karena tahu istrinya tidak suka dgn hal tersebut).Kawan itu bercerita betapa hancur hatinya melihat suaminya yang notabene berbaring disampingnya ternyata asyik menyaksikan gambar dan tayangan jahanam tsb, daripada memperhatikan dan menyentuh istrinya yg real didepan matanya.
Ketika aku bertanya "Apa yang kamu lakukan bila suamimu melakukan hal tsb???"Jawabnya " Aku hanya diam dan menangis dalam hati,memaknai kehancuran ini sebagai takdir bahwa aku sudah tidak diinginkan lagi". "Kamu tidak marah dan mengatakan kepadanya?".Jawabnya : "Marah dan bicara hanya akan menguras lebih banyak energi positif,dia sudah tahu kalo aku tidak suka dan lag suamiku adalah bukan orang yang mudah diajak bicara dan cenderung egois, maka aku lebih memilih diam dan berdoa menangis kepada Allah semoga DIA memberi petunjuk kpd suamiku dan semoga tdk ada seorgpun yg tahu selain aku kebiasaan buruk tersebut".
Aku sedih sekaligus marah mendengar cerita tersebut, benar-benar kelewatan laki2 itu!!!!!!!!
Dimana penghargaanny atas cinta dan kesetiaan istrinya selama ini???Dimana janji2 manisnya dulu bahwa betapa dia mencintai istrinya, bagaimana dia bisa menjadi imam bagi keluarganya bila dia tidak mampu menjadi imam bagi dirinya sendiri,Bagaimana bisa dia dihargai sebagai kepala keluarga bila dia tidak mampu menjaga hati istrinya sendiri.Sejuta tanya dan kekecewaan seperti muntah dari isi kepalaku.
Betapa suami kawanku itu yang aku kenal sangat baik,sayang keluarga,soleh,pendiam, tapi ternyata........
Ah,terbayang anak2 dan suamiku sendiri.Anakku sekarang masih dalam usia balita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar